Cermati Kandungan Berbahaya Dibalik Krim Wajah Anda

0
79
Source of image: fimela.com

Wanita umumnya selalu memimpikan untuk tampil menawan. Apalagi kita dikepung dengan iklan-iklan yang membombardir dengan model-model cantik, berwajah putih, mulus, awet muda, dan bersih dari jerawat. Tidak heran, produk-produk kecantikan dan perawatan wajah, selalu laku diburu.

Sayangnya, tidak semua produk aman. Banyak wanita Indonesia yang terjerumus memakai krim pemutih wajah yang sebenarnya membahayakan kesehatan. Apalagi biasanya produk abal-abal itu menjanjikan hasil instan, meskipun harganya mahal. Hasrat yang kuat untuk tampil cantik dengan cara cepat, membuat mereka tidak terlalu mempedulikan kandungan di balik krim wajah yang digunakannya. Apalagi, jika krim tersebut tidak memiliki izin dari badan kesehatan dan mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Produk-produk yang mengandung bahan berbahaya tidak hanya berpotensi merusak kulit wajah, tapi juga bisa meracuni darah, merusak organ-organ tubuh, dan memicu kanker. Bahkan jika digunakan oleh Ibu hamil, bisa membahayakan nyawa janin atau lahir catat. Karena itu, kenali beberapa jenis kandungan yang ada dalam krim berbahaya, agar terhindar dari risiko kesehatan jangka panjang atau yang terburuk, yaitu kematian.

Dikutip dari situs Alodokter, berikut bahan-bahan yang berbahaya untuk tubuh dan wajah kita ; 

  1. Merkuri

Merkuri mampu menghambat pembentukan melanin, sehingga membuat kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Itulah sebabnya merkuri sering dijadikan bahan krim pemutih atau pencerah kulit.

Namun di balik merkuri ada bahaya yang mengancam. Mulai dari ruam dan perubahan warna kulit, kerusakan permanen lapisan kulit, tremor (gemetaran), sampai gangguan psikologis, seperti cemas dan susah tidur. Merkuri yang digunakan dalam jangka panjang, akan menumpuk di dalam tubuh sehingga akan memicu kerusakan sistem saraf, gagal ginjal, kerusakan otak, hingga memicu kanker.

Merkuri bahkan lebih berbahaya lagi bila digunakan oleh wanita hamil atau Ibu menyusui. Paparan zat ini dapat menyebabkan kelainan bawaan dan gangguan perkembangan otak pada bayi.

  1. Asam Retinoat

Asam retinoat mampu membersihkan pori-pori, mengatasi jerawat dan bekas jerawat, serta mengurangi kerutan. Namun, asam retinoat berisiko menyebabkan kulit menjadi iritasi, kering, sensitif terhadap sinar matahari, berubah warna, bengkak, hingga kemerahan.

Tak hanya itu, janin dalam kandungan yang terpapar zat ini berisiko mengalami kelainan bawaan. Sementara anak-anak berisiko mengalami kelainan pada sistem saraf, tulang, otot, sendi dan pencernaan. Itu sebabnya penggunaan produk yang mengandung asam retinoat harus dalam pengawasan medis dan melalui resep dokter.

  1. Hydroquinone

Hydroquinone biasa digunakan untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan bintik hitam. Hanya saja, penggunaan hydroquinone dalam krim wajah dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari. Efek samping lainnya seperti kulit yang terasa perih menyengat, berubah kemerahan, kering dan pecah-pecah, melepuh, atau menghitam. Hydroquinone juga berisiko menimbulkan reaksi alergi berat, seperti sakit kepala, ruam, gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokan, dan sulit bernapas. 

  1. Resorsinol

Resorsinol dapat digunakan untuk mengobati rasa sakit dan gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga, tanaman beracun, luka bakar, terbakar sinar matahari, dan iritasi kulit.

Resorsinol juga biasa digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit kulit, seperti eksim, kutil, psoriasis, dan kapalan. Namun jika digunakan terlalu banyak, resorsinol dapat menyebabkan sakit kepala, lelah, kulit kebiruan, detak jantung tidak beraturan, kejang, hingga sesak napas.

Secara umum, untuk mengenali apakah krim perawatan wajah yang kita gunakan itu mencurigakan atau tidak, kita bisa melihat indikasi seperti aromanya yang menyengat serta warnanya mengkilap. Jika diaplikasikan ke wajah, hasilnya tidak merata, terasa lengket, dan menyebabkan kulit wajah gatal, iritasi, panas, atau perih. Kulit juga memerah saat terkena sinar matahari.

Waspadai juga produk yang menjanjikan hasil instan. Jika kulit lebih putih dalam hitungan hari atau minggu, bisa jadi ada kandungan merkuri atau hidrokuinon di dalamnya. Apalagi jika kulit tampak halus, bebas jerawat dan pori-pori mengecil. Awalnya memang bagus, tetapi lapisan kulit Anda akan rusak dan menimbulkan masalah kesehatan akut.

Bijak dan cermatlah dalam memilih dan menggunakan kosmetik yang dijual bebas. Apalagi jika reputasi produsennya meragukan atau kemasan produk terkesan sembarangan. Produsen yang bertanggung jawab akan memastikan proses pengemasan produknya steril hingga ke tangan konsumen. Apalagi berkaitan dengan kesehatan.

Jangan pula mudah percaya dengan iklan produk-produk kecantikan, meskipun berharga murah atau ada embel-embel “krim racikan dokter, racikan apoteker, produk impor, atau telah digunakan artis terkenal.”

Seorang dokter, terutama dokter kulit (SpKK) tidak akan sembarangan meracik krim. Ia harus memeriksa dahulu kondisi kulit pasiennya atau memastikan riwayat alergi dan kesehatannya. Baru ditulis resepnya dan diracik oleh apoteker. Apoteker pun tidak boleh sembarangan meracik krim atau obat tanpa resep dokter. Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dijual massal.

Pastikan produk kosmetik yang Anda pilih sudah terdaftar atau memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. BPOM Indonesia memiliki wewenang untuk melarang peredaran dan penggunaan produk kosmetika yang dijual tanpa izin di Indonesia, terutama yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, asam retinoat, hidrokinon, dan resorsinol. Jika produknya impor, cek di lembaga kesehatan di Negara bersangkutan.

Sumber Referensi: alodokter.com

Apa Komentar Kamu :